Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri potongan gambar dari video tersebut dengan Google Lens. Hasil penelusuran teratas mengarah pada artikel dari laman resmi Ditjen Bimas Kristen Kemenag, bimaskristen.kemenag.go.id, “Buka Konas 12 Mutiara Nusantara, Dirjen Bimas Kristen ajak Peserta Dampingi Pemerintah Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem”.
Dalam artikel tersebut terdapat foto dari Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung yang diambil dari sudut pengambilan gambar yang sama dengan video yang dibagikan oleh akun Facebook “pdt.Samuel Akihary”. Artikel tersebut tidak menyebut terkait bantuan dari Australia untuk masyarakat Indonesia tahun 2025.
Diketahui dari artikel yang tayang pada Kamis (16/11/2023) tersebut, Jeane Sedang membuka kegiatan Konsultasi Nasional (Konas) 12 Mutiara Nusantara yang diselenggarakan di Jakarta. Dalam sambutannya, ia mengajak para peserta untuk bersama mendampingi pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem, meningkatkan literasi, memperluas akses pendidikan, serta meningkatkan produktivitas di daerah tertinggal di Indonesia.
Mengamati video yang beredar tersebut, TurnBackHoax melihat sejumlah kejanggalan, seperti gerak bibir yang terlihat tidak natural dan suara terdengar kaku. Hal ini mengindikasikan bahwa video tersebut dibuat dengan rekayasa AI.
TurnBackHoax kemudian mengunduh video tersebut dan mengunggahnya ke alat pendeteksi AI dari Hive Moderation. Hasilnya, sebesar 99,8 persen video tersebut merupakan hasil rekayasa AI.
Video dengan klaim serupa juga pernah dibahas TurnBackHoax dalam artikel berjudul “[PENIPUAN] Video Dirjen Bimas Kristen tentang Pendaftaran Penyaluran Dana Bantuan Australia”.
Faktanya, sebesar 99,8 persen video tersebut merupakan hasil rekayasa AI. Pada momen asli Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI sedang membuka kegiatan Konsultasi Nasional (Konas) 12 Mutiara Nusantara yang diselenggarakan di Jakarta pada November 2023. Unggahan video berisi klaim “Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI bagikan bantuan dari Australia jelang Natal dan tahun baru” merupakan konten palsu (fabricated content).