(GFD-2026-31373) CEK FAKTA: Hoaks! Akuarium Raksasa Pecah di Mal Bandung

Sumber:
Tanggal publish: 03/01/2026

Berita

Beredar sebuah video di media sosial TikTok yang memperlihatkan kaca akuarium berukuran besar tiba-tiba pecah hingga air dan isinya menggenangi lantai pusat perbelanjaan. Dalam video tersebut, pengunjung tampak panik dan berlarian menghindari semburan air dari akuarium.

Unggahan itu disertai narasi bahwa insiden tersebut terjadi di sebuah mal di Kota Bandung, Jawa Barat. Video juga diberi keterangan dramatis seolah merekam detik-detik musibah akuarium raksasa yang pecah dan menghancurkan area mal.

Narasi dalam unggahan berbunyi:
“Detik-detik aquarium besar pecah. Aquarium besar di Bandung pecah: musibah menghancurkan.”
https://www.tiktok.com/@jsjs.ndjd33/video/7562895532960550164

Lantas, benarkah peristiwa akuarium raksasa pecah itu terjadi di Bandung?

Hasil Cek Fakta

Tim Cek Fakta TIMES Indonesia menelusuri kebenaran klaim tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang beredar bukanlah rekaman kejadian nyata.

Video tersebut merupakan konten hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence). Indikasi penggunaan AI bahkan telah ditandai langsung oleh platform TikTok melalui label pada bagian bawah video. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah warganet di kolom komentar yang mempertanyakan kebenaran peristiwa tersebut.

Selain itu, tidak ditemukan satu pun laporan resmi, baik dari media massa lokal maupun nasional, terkait insiden akuarium raksasa pecah di pusat perbelanjaan Bandung. Tidak ada pula keterangan dari pihak kepolisian, pengelola mal, maupun otoritas terkait yang membenarkan klaim tersebut.

Dengan demikian, tidak terdapat bukti faktual yang mendukung narasi bahwa kejadian dalam video benar-benar terjadi di Bandung.

Kesimpulan

Klaim bahwa sebuah akuarium raksasa pecah di mal Bandung adalah hoaks. Video yang beredar merupakan hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan bukan peristiwa nyata. Konten tersebut tergolong fabricated content karena menampilkan visual palsu yang digunakan untuk membangun narasi menyesatkan.