(GFD-2026-31312) Keliru: TNI Bebaskan 600 Sandera Warga Palestina di Gaza

Sumber:
Tanggal publish: 02/01/2026

Berita

SEBUAH konten dengan klaim Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil membebaskan 6.000 sandera Palestina di perbatasan Israel, dibagikan oleh Facebook dan akun TikTok  [arsip] pada 23 November 2025.

Konten ini menyebar setelah deklarasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel pada 10 Oktober 2025. Narator dalam video menyebut operasi ini dipimpin oleh satuan elit gabungan dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.



Lalu benarkah TNI bebaskan 6.000 sandera di Gaza?

Hasil Cek Fakta

Tempo memverifikasi konten itu dengan membandingkannya dengan sumber terpercaya. Hasilnya, TNI tidak pernah melakukan operasi pembebasan sandera di Gaza. 

Proses pembebasan sandera di Gaza terjadi sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, bukan melalui operasi TNI. Situs Al Jazeera melansir bahwa Hamas dan Israel telah melaksanakan kesepakatan pertukaran tahanan berdasarkan perjanjian gencatan senjata. Hasil dari kesepakatan itu hampir 2.000 warga Palestina yang dipenjara harus dibebaskan dari penjara-penjara di Israel. Demikian juga Hamas harus membebaskan 20 tawanan Israel.

Pada Senin, 13 Oktober 2025 gelombang pertama tujuh sandera telah diserahkan kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC). Militer Israel kemudian mengkonfirmasi bahwa 13 sandera lainnya yang dibawa dari Israel selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 juga telah dipindahkan.

Hingga Desember 2025, Indonesia tidak mengirim pasukan militer aktif ke Gaza untuk operasi tempur atau pembebasan sandera. Siaran pers Pusat Penerangan TNI menjelaskan pada 17 Agustus 2025, TNI melaksanakan misi distribusi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Misi ini sepenuhnya selesai pada 14 September 2025. 

Selain misi distribusi bantuan, TNI juga mengirimkan, Satuan Tugas Kesehatan TNI bernama Patriot Usada IV di Gaza.

Sebelumnya, TNI menyatakan kesiapan untuk mengirimkan hingga 20.000 personel guna misi perdamaian dan bantuan kemanusiaan. Namun hal ini tetap menunggu mandat resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Terkait kesiapan 20 ribu prajurit dan latihan. Angka 20 ribu adalah kapasitas kekuatan TNI yang telah disiapkan dalam kerangka dukungan perdamaian dan kemanusiaan," ujar Kapuspen TNI Mayjen Freddy Ardianzah seperti dikutip dari Antara, Minggu, 16 November 2025.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) Kolonel (Arm) Rico Sirait mengatakan pemerintah Indonesia pada prinsipnya bersikap bersedia berkontribusi sesuai kapasitas dan pengalaman panjang dalam misi perdamaian. TNI dan Kementerian pertahanan juga belum menentukan skema pemberangkatan pasukan serta jadwal pengirimannya.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa klaim TNI bebaskan 6.000 sandera di Gaza adalah keliru.

Rujukan