• (GFD-2021-7341) [SALAH] "Ketika iblis mengira dia memiliki saya!" Video

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 30/07/2021

    Berita

    Cheetah TIDAK bertahan dan menyerang balik Buaya seperti yang disarankan oleh narasi. Juga, video tersebut DOCTORED, terdiri dari dua kejadian berbeda di lokasi berbeda, tanggal publikasi, dan serangan antara hewan yang berbeda (Buaya vs Cheetah dan Jaguar vs Caiman).

    Hasil Cek Fakta

    SOURCE membagikan video DOCTORED yang terdiri dari dua kejadian berbeda di lokasi yang berbeda, tanggal publikasi, dan serangan antara hewan yang berbeda dengan menambahkan narasi yang menunjukkan kesimpulan yang salah.
    Video pertama, serangan Buaya di Cheetah, WildEarth pada 3 Desember 2020: “Pada safari LANGSUNG untuk WildEarth, &Beyond Phinda guide Busani menemukan induk cheetah dengan dua anaknya. Saat seekor anak harimau mendekati lubang air untuk menghilangkan dahaganya, Busani melihat seekor buaya bersembunyi di air di dekatnya. Apa yang terjadi selanjutnya adalah sedih dan sulit untuk ditonton untuk Busani saat dia segera membagikannya dengan pemirsa LANGSUNG di seluruh dunia.
    Video kedua, serangan Jaguar di Caiman, Nat Geo WILD pada 10 Desember 2017: “Scarface jaguar adalah predator teratas di tanah predator. Saksikan saat dia menjatuhkan caiman, sepupu buaya.
    NDTV: “Rekaman mengerikan menunjukkan saat seekor cheetah diseret ke dalam air oleh buaya setinggi 13 kaki di Afrika Selatan. Video tersebut diambil oleh pemandu safari WildEarth Afrika Selatan Busani Mtshali di &Beyond Phinda Private Game Reserve, lapor Daily Mail. ” [4].

    GEOGRAFIS NASIONAL: “Ketika fotografer kucing besar Steve Winter pergi ke Taman Nasional Pantanal Brasil pada tahun 2016, dia sedang dalam misi untuk mendokumentasikan jaguar. Dan dalam kisah bagaimana dia mendapatkan salah satu bidikannya yang paling luar biasa, Scarface adalah protagonisnya.

    Google Earth: “Phinda Private Game Reserve, sebelumnya dikenal sebagai Phinda Resource Reserve, adalah cagar alam pribadi seluas 170 km² yang terletak di KwaZulu-Natal, Afrika Selatan antara Cagar Alam Mkuze dan Greater St. Lucia Wetland Park. Dibentuk pada tahun 1991, nama "Phinda" adalah kata Zulu yang berarti 'kembali' atau lebih tepatnya 'mengulang'."

    Kesimpulan

    Cheetah TIDAK bertahan dan menyerang balik Buaya seperti yang disarankan oleh narasi. Juga, video tersebut DOCTORED, terdiri dari dua kejadian berbeda di lokasi berbeda, tanggal publikasi, dan serangan antara hewan yang berbeda (Buaya vs Cheetah dan Jaguar vs Caiman).

    Rujukan

  • (GFD-2021-7342) [SALAH] Surat Donasi Tempat Ibadah Oleh Pemkab Gresik

    Sumber: Tangkapan Layar
    Tanggal publish: 30/07/2021

    Berita

    Beredar surat penyaluran donasi tempat ibadah di Kabupaten Gresik, berkop Sekretariat Daerah dengan logo Pemkab Gresik. Surat tersebut juga menggunakan nama pejabat Pemkab Gresik, termasuk Sekda Kabupaten Gresik. Surat tertanggal 16 Juli 2021 nomor 920/1243/401.216.7/2021 tersebut tentang penyaluran donasi untuk tempat ibadah yang berada di Gresik tahun 2021.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, surat tersebut adalah palsu. Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi memastikan bahwa surat yang beredar tidak benar. Nama Sekda yang tertera benar, namun tanda tangan yang dibubuhkan tidak sesuai dengan tanda tangan asli milik Pj Sekda Gresik Drs. Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno.

    “Tolong kepada semua pihak terutama para pengurus dan takmir tempat ibadah Apabila menerima surat pemberitahuan tersebut tidak usah ditanggapi dan anggap hoax atau palsu. Apabila ada yang telah dirugikan harap melapor kepada kami atau pihak yang berwajib dalam hal ini kepolisian” tegas Reza Pahlevi, dialnsir dari radargresik.jawapos.com.

    Dengan demikian surat penyaluran donasi tempat ibadah di Gresik masuk ke dalam hoaks dengan kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah an nisaa (UIN Sunan Ampel Surabaya).

    Surat palsu. Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan surat tersebut hoaks. Lebih lanjut, Sekda Gresik tidak pernah mengeluarkan surat yang sifatnya palsu.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7328) [SALAH] “KITA BUKAN BODOH TAPI DIBODOHKAN KITA TIDAK MISKIN TAPI DIMISKIN OLEH SEBUAH SISTEM #PPKMLevel4Diperpanjang”

    Sumber: Helo.com
    Tanggal publish: 29/07/2021

    Berita

    NARASI: “KITA BUKAN BODOH TAPI DIBODOHKAN
    KITA TIDAK MISKIN TAPI DIMISKIN
    OLEH SEBUAH SISTEM

    PENTING DI BACA dan DI PAHAMI ????

    Rapid tes itu cek DARAH..
    sedangkan covid-19 GAK masuk ke darah…”

    Perpanjangan ppkm level 4 indonesia

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan tulisan yang membahas tentang Rapid Test yang selain sudah TIDAK lagi berlaku per Desember tahun 2020, BUKAN merupakan metode tes satu-satunya karena jika hasil Rapid Test Antigen (Swab) reaktif akan dilanjutkan dengan tes PCR untuk memastikan memang benar terinfeksi oleh SARS-CoV-2.

    KONTAN.CO.ID pada 17 Desember 2020: “Hasil pemeriksaan rapid test antigen menjadi syarat bagi pengguna transportasi umum yang ingin bepergian ke luar kota. Sebelum ada kebijakan rapid test antigen, pemerintah telah menerapkan kewajiban surat keterangan rapid test antibodi. Selain itu juga ada tes polymerase chain reaction atau PCR, apa bedanya?

    Liputan6.com pada 19 Desember 2020: “Pemerintah DKI Jakarta mulai memperketat peraturan guna menekan penyebaran Covid-19. Salah satu aturan tersebut adalah wajib membawa surat rapid test antigen bagi individu yang hendak keluar-masuk Jakarta. Aturan ini berlaku mulai 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021. Rapid test antigen sendiri berbeda dengan rapid test antibodi atau rapid test biasa yang dilakukan dengan pengambilan sampel darah di ujung jari.” (dengan infografis)

    Alodokter pada 29 September 2020: “Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini. Pengamilan sampel untuk metode ini bisa menggunakan teknik usap (swab), maupun dengan PCR kumur

    Alodokter pada 9 Mei 2020: “Rapid test tidak bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus Corona atau SARS-CoV-2 di tubuh Anda. Oleh karena itu, pemeriksaan ini tidak bisa menjadi patokan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19. Rapid test COVID-19 dilakukan untuk mendeteksi apakah di dalam darah terdapat antibodi IgM dan IgG yang bertugas melawan virus Corona atau tidak. Kedua antibodi ini diproduksi secara alami oleh tubuh ketika seseorang telah terpapar virus Corona. … Untuk pemeriksaan yang lebih akurat, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan menggunakan metode swab dan tes PCR

    detikhealth pada 24 Februari 2020: “Virus penyebab COVID-19 juga diberi nama. Nama resmi yang diberikan Komite Taksonomi Virus Internasional untuk virus corona Wuhan, adalah SARS-CoV-2, kependekan dari Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2

    Kesimpulan

    MENYESATKAN. Faktanya, Rapid Test Antibody per Desember tahun 2020, sebelum masa PPKM saat ini (2021), sudah TIDAK berlaku, digantikan oleh Rapid Test Antigen (Swab). Selain itu, jika hasil test reaktif masih dilanjutkan dengan tes PCR untuk memastikan memang benar terinfeksi oleh SARS-CoV-2.

    Rujukan

  • (GFD-2021-7329) [SALAH] “AKHIRNYA TERJADI..!!!. RUMAH EDI BASKORO DISEGEL. TERLIBAT KASUS HAMBALANG AKHIRNYA KPK LAKUKAN INI”

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 29/07/2021

    Berita

    Channel Youtube bernama teropong istana beberapa waktu lalu membagikan sebuah video berdurasi 10 menit 3 detik yang berdasarkan narasi pada thumbnail, video tersebut menginformasikan tentang penyegelan rumah Edhie Baskoro Yudhoyono oleh KPK karena keterlibatannya dalam kasus korupsi proyek hambalang.

    Hasil Cek Fakta

    Namun pada foto thumbnail, sangat terlihat jelas bahwa terdapat editan pada bagian badan dari sosok yang digambarkan sebagai Edhie Baskoro. Lalu setelah video tersebut diputar, informasi yang disampaikan pula ialah informasi mengenai pendapat Alif Furahman, seorang penggiat media sosial terkait dengan pertanyaan mengenai alasan mengapa Edhie Baskoro atau biasa dipanggil Ibas tidak diangkat sebagai ketua umum partai demokrat, melainkan Agus Harimurti Yodhoyono lah yang diangkat menjadi ketua umum partai demokrat saat ini.

    Selain pendapat terkait pertanyaan tersebut. Video berdurasi 10 menit 3 detik itupun menginformasikan terkait dengan ketidakpuasan yang dirasakan oleh anggota partai demokrat atas kepemimpinan AHY saat ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada video tersebut tidaklah memuat satu informasi pun terkait dengan penyegelan rumah Edhie Baskoro oleh KPK.

    Melansir dari lingkarkediri.pikiran-rakyat.com dan seputartangsel.com, informasi terkait penyegelan rumah Edhie Baskoro ialah informasi salah atau hoax, karena tidak ditemukan pula informasi yang valid terkait dengan informasi yang disampaikan dalam narasi pada thumbnail video.

    Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait penyegelan rumah Edhie Baskoro Yudhoyono ialah informasi yang salah atau masuk ke dalam kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Novita Kusuma Wardhani (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta). Informasi tersebut salah. Faktanya dalam video berdurasi 10 menit 3 detik tersebut memuat informasi yang tidak sesuai dengan narasi pada thumbnail video.

    Rujukan